š³ Konsep Dasar Tree HR Personality
Model ini menggambarkanĀ struktur kepribadian manusia seperti pohonĀ dengan tiga komponen utama:
1. Akar: Energi Kepribadian
MenunjukkanĀ sumber energi utamaĀ seseorang:
- ILC (Introvert Locus Character)Ā ā Tenang, reflektif, tidak dominan sosial.
- ELC (Extrovert Locus Character)Ā ā Aktif, ekspresif, suka berinteraksi.
- AmbivertĀ ā Seimbang antara ILC dan ELC.
2. Batang: Pola Pikir (Thinking Style)
MenunjukkanĀ cara seseorang menyerap dan memproses informasi:
- ST (Sensing ā Thinking)Ā ā Realistis, logis, sistematis.
- SF (Sensing ā Feeling)Ā ā Praktis, empatik, relasional.
- NT (Intuitive ā Thinking)Ā ā Visioner, konseptual, strategis.
- NF (Intuitive ā Feeling)Ā ā Reflektif, idealis, bernilai.
3. Buah/Daun: Temperamen Dasar
Merupakan ekspresi kepribadian dalam bentuk:
- Sanguinis,Ā Melankolis,Ā Koleris,Ā Phlegmatis
- Dengan variasi intensitas seperti:
- Sempurna (Strong-Mature)
- Ā Kuat,Ā Populer,Ā Master,Ā Altruis, dll
𧬠Jumlah Kombinasi Tipe: 84 Tipe Tree HR Personality
Terdapat 84 kombinasi kepribadian unik hasil perpaduan:
- 7 Jenis TemperamenĀ ĆĀ 4 Pola Pikir (STāSFāNTāNF)
Contoh: - MsāSTĀ = Melankolis Sempurna ā Sensing Thinking
- SsāNFĀ = Sanguinis Sempurna ā Intuitive Feeling
- KmāSFĀ = Koleris Master ā Sensing Feeling
- PkāNTĀ = Phlegmatis Kuat ā Intuitive Thinking
dll.
šÆ Fungsi dan Kelebihan Tree HR Personality
|Ā FungsiĀ |Ā Penjelasan
|Ā 1. Pemetaan SDMĀ | Untuk memetakan tipe kepribadian guru/dosen/siswa/mahasiswa secara lebih spesifik dan aplikatif.
|Ā 2. Penyesuaian MetodeĀ | Memilih gaya mengajar, gaya belajar, atau pola interaksi yang sesuai dengan tipe kepribadian.
|Ā 3. Pengembangan TalentaĀ | Menyesuaikan peran dalam tim kerja, pelatihan, atau karier berdasarkan kekuatan alaminya.
|Ā 4. Integrasi SpiritualitasĀ | Menghubungkan potensi kepribadian dengan nilai-nilai ruhiyah dan pengembangan akhlak.
Tree HR Personality penting untuk dunia pendidikanĀ karena ia memberikanĀ kerangka yang lebih manusiawi, spiritual, dan kontekstualĀ dalam memahami dan mengembangkan potensi guru, dosen, siswa, dan mahasiswa. Model iniĀ melampaui sekadar tipologi kepribadian, karena terintegrasi denganĀ nilai-nilai karakter, spiritualitas, dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.
š³ Mengapa Tree HR Personality Penting untuk Dunia Pendidikan?
1. šÆ Membantu Memetakan Potensi Individu secara Komprehensif
Model ini tidak hanya memetakan “sifat luar”, tetapi juga mencakup:
- Energi kepribadian (Akar):Ā Apakah pendidik/siswa lebih introvert, ekstrovert, atau ambivert?
- Pola pikir (Batang):Ā Apakah mereka berpikir sistematis, relasional, strategis, atau reflektif?
- Temperamen (Buah):Ā Apakah mereka cenderung stabil, perfeksionis, ekspresif, atau pendamai?
š Ini membuat Tree HR jauh lebih detail danĀ personalĀ dibanding model populer seperti MBTI atau DISC yang bersifat generik.
2. šØāš« Menyesuaikan Gaya Mengajar dan Membimbing Siswa
Guru dan dosen dapat:
- Memahami gaya belajar siswa: visual, auditory, kinestetik berbasis tipe Tree HR-nya.
- Menyesuaikan pendekatan komunikasi dan metode mengajar.
- Membedakan cara membimbing siswa tipeĀ MsāNFĀ (reflektif-bernilai) denganĀ SsāSTĀ (aktif-struktural).
šĀ Hasilnya: proses belajar lebih efektif, inklusif, dan membentuk karakter.
3. š¤ Meningkatkan Kolaborasi dalam Tim Pendidik
Tree HR Personality membantu:
- Menyusun tim kerja guru/dosen yang saling melengkapi.
- Mengetahui siapa yang cocok sebagai fasilitator, konseptor, pendamping siswa, atau pemimpin program.
- Mencegah konflik gaya komunikasi dan memperkuat kerja sama antar karakter.
4. š Mendukung Manajemen Talenta dan Perencanaan Karier
Untuk kepala sekolah, rektor, atau HR pendidikan:
- Dapat memetakan guru dan dosen untuk posisi strategis berbasis kepribadian.
- Menentukan pelatihan atau promosi berdasarkanĀ fitĀ kepribadian.
- Meningkatkan retensi dan kepuasan kerja karena setiap orang “ditempatkan sesuai akarnya”.
5. šæ Mengintegrasikan Spiritualitas dan Pengembangan Akhlak
Tidak semua model kepribadian memasukkanĀ nilai ruhiyah, sementara Tree HR Personality:
- Menekankan keutuhan diri: fisik, psikis, intelektual, sosial, dan spiritual.
- Memperkuat nilai-nilai seperti sabar, ikhlas, jujur, amanah, kasih sayang ā melalui pemahaman tipe.
- Membantu pendidik membentuk siswa yangĀ berkarakter kuat dan berjiwa tenang, bukan sekadar cerdas.